Uncategorized

Kemana Raib BBM Subsidi di SPBU Simpang Abail?

BANDA ACEH – Puluhan ton BBM jenis Bio Solar subsidi yang disuplai oleh PT. Pertamina ke SPBU di Desa Simpang Abail, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, dilaporkan hanya bertahan beberapa saat sebelum habis terjual setiap harinya.

Kejadian itu berlangsung sejak awal SPBU itu beroperasi dan terus berulang hingga saat ini Maret 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, BBM tersebut kerap sudah tidak tersedia setelah melewati malam hari. Pihak SPBU disebut-sebut sering memberikan alasan bahwa Bio Solar tersebut digunakan oleh para nelayan.

Namun, sejumlah pihak meragukan alasan tersebut. Mereka menilai konsumsi bahan bakar oleh perahu nelayan tidak sebesar yang disampaikan. Mesin perahu nelayan umumnya tidak sebesar mesin kapal besar sehingga penggunaan Bio Solar dinilai tidak akan menghabiskan pasokan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Aparat Penegak Hukum (APH) dari kejaksaan maupun kepolisian di Simeulue diminta untuk mengusut dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi tersebut. Pasalnya, beredar dugaan bahwa Bio Solar justru dijual ke perusahaan perkebunan sawit maupun perusahaan konstruksi via orang tertentu.

Adi, salah seorang nelayan di Simeulue, mengatakan bahwa alasan “BBM untuk nelayan” dikhawatirkan hanya dijadikan kedok untuk menutupi dugaan kecurangan dalam penyaluran BBM subsidi.

“Jangan sampai kalimat BBM untuk nelayan hanya dijadikan alasan saja,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak Pertamina  untuk melakukan evaluasi bahkan menghentikan sementara operasional SPBU tersebut apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Selain dugaan penyimpangan distribusi Bio Solar, SPBU tersebut juga disorot karena diduga belum memenuhi standar keamanan operasional.

Tidak hanya itu, praktik penjualan BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen juga disebut sering terjadi secara bebas kepada pedagang kaki lima dengan pungutan 10 ribu rupiah per jerigen. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan distribusi BBM subsidi dengan mengatasnamakan nelayan.

SPBU yang menjadi sorotan itu diketahui berada di Desa Simpang Abail, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue.

Pihak SPBU berani melakukan tindakan tersebut diduga karena dilindungi oleh sejumlah oknum tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik SPBU, Faisal tidak menjawab saat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.(i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *